Piso Jalak adalah seorang Narapidana yang melarikan diri dari tahanan karena kasus pembunuhan, dalam pelariannya yang tanpa arah ia bertemu seseorang Alim di sebuah pinggiran hutan rimba, disana ia mengalami pengalaman spiritual yang membuatnya mengenal Sang Pencipta, dan orang tua alim tersebut menitipkan Piso Jalak ke sebuah Pondok Pesantren di sebuah desa terpencil.
Di Pondok tersebut Piso Jalak mempelajari ilmu-ilmu agama dan olah kanuragan, sampai pada suatu saat ia jatuh cinta kepada anak sang Guru Pondok Pesantren tersebut. Namun di saat hatinya sedang merasakan ketenangan dan rasa belas kasih sayang serta cinta, persembunyiannya terendus oleh Pihak Kepolisian, Pondok Pesantren digeledah oleh satu Pleton Kepolisian, Piso Jalak terpaksa harus meninggalkan tempat dimana ia merasakan ketenangan, belas kasih dan cinta, ia berhasil meloloskan diri dari penggerebekan tersebut.
Dalam pelariannya yang kedua Piso Jalak mengganti namanya menjadi Adri, sampai akhirnya ia tiba di sebuah perkotaan yang tidak ia kenal sama sekali. Di Kota tersebut Piso Jalak sempat menolong seseorang dari keroyokan preman dan berhasil melumpuhkan gerombolan preman-preman Bromocorah tersebut.
Orang yang di tolong tersebut ternyata menyeret Piso Jalak dalam petualangannya membunuh beberapa Gembong Jaringan Bandar Narkotika, Musuh Piso Jalak di Kota tersebut semakin banyak dan Piso Jalak kehilangan arah saat orang yang ia tolong harus tewas di tangan gerombolan tersebut.
Bertahan sendiri tanpa sahabat dan saudara mempertemukannya dengan abang angkatnya saat di penjara, disana Piso Jalak justru dikenalkan dengan Gembong Narkotika internasional, Piso Jalak diberi pekerjaan sebagai Pembunuh Bayaran. Keadaan yang begitu memaksa menjadikan Jiwa Piso Jalak berfikir bahwa yang memerintahkan dirinya adalah Iblis, yang dibunuh olehnya juga Iblis bahkan ia menganggap dirinya juga sudah menjadi Iblis.
Tanpa diduga anak Gembong Narkotika Internasional tertangkap Pihak Kepolisian, Sang Gembongpun memerintahkan Piso Jalak untuk melenyapkan Pimpinan Tim Kepolisian yang menangkap anaknya dan itu bertepatan dengan tugas ke 100 Piso Jalak dalam membunuh targetnya.
Petualangan menjadi rumit saat Polisi tersebut dipindahkan ke Satuan Polsek sebuah desa terpencil dimana Pondok Pesantren Piso Jalak berada. Kenangan cintanya membuat Piso Jalak menjadi semakin bersedih, Terlebih lagi ternyata Kapolsek tersebut adalah salah satu Santri Pondok Pesantren dimana ia menimba ilmu agama.
Kebimbangan Piso Jalak dalam tugasnya memakan waktu yang melampoi batas waktu yang ditentukan oleh Sang Gembong Narkotika. Sampai akhirnya Sang Gembong memerintahkan 2 tim pembunuh bayaran, tugasnya adalah melenyapkan Piso Jalak dan Kapolsek.
Bagaimana kisah Fiksi ini akan berlanjut. BACA KISAH PISO JALAK SELANJUTNYA..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar